Renungan harian dengan nas yang dikutip persis

Renungan adalah bentuk sebelum menjadi kesalehan: bentuk yang sama tiap hari, satu gagasan tiap entri, kutipan kata demi kata.

Empat bagian satu entri

  1. Nasnya — satu sampai empat ayat, dikutip persis, dengan rujukan dan nama terjemahan.
  2. Ceritanya — 80 sampai 200 kata tentang sesuatu yang konkret.
  3. Titik baliknya — tempat nas dan cerita bertemu. Satu gagasan, bukan tiga.
  4. Praktiknya — sebuah doa, sebuah pertanyaan, atau satu hal kecil untuk dikerjakan hari ini.

Dikutip persis, bukan dari ingatan

Dua kesalahan berulang: memparafrase ayat dari ingatan lalu mencetaknya sebagai kutipan, dan melampaui batas kutipan terjemahan yang dipakai. Studio mengambil teks dari terjemahan yang Anda pilih, bukan dari ingatan model — di kategori ini justru kesalahan itulah yang ditulis pembaca kepada Anda.

Tema yang cukup sempit

"Renungan tentang iman" itu kategori, bukan buku. Yang menemukan pembaca menyebut orang yang memegangnya: istirahat untuk ibu yang kelelahan, tahun pertama tanpa alkohol, bulan-bulan pertama setelah kehilangan.

Tradisi lain

Bentuk yang sama berlaku untuk renungan Al-Qur'an, Bhagavad Gita, Tanakh, dan Dhammapada — teksnya selalu diambil dari terjemahan yang dipilih.

Pertanyaan yang sering diajukan

Terjemahan apa yang boleh dipakai?

Terjemahan domain publik tidak punya batas kutipan. Terjemahan modern punya batas dan syarat pencantuman; periksa halaman izinnya.

Berapa hari sebaiknya?

Tiga puluh hari pas untuk buku pertama. Empat puluh cocok untuk satu musim; 365 adalah kerja setahun.

Gratis untuk menulis dan membaca dua bab pertama. US$ 9, sekali bayar, untuk membaca seluruh buku dan mengunduhnya dalam EPUB, PDF, DOCX, dan Markdown.

Mulai sekarang

Related